Daftar Isi - 1

Showing posts with label seksualitas. Show all posts
Showing posts with label seksualitas. Show all posts

Thursday, November 15, 2007

Disfungsi seksual pada istri

Jangan selalu beranggapan bahwa seks bagi wanita adalah sesuatu yang menyenangkan. Sebab tidak sedikit wanita yang menganggapnya sebagai momok. Namun jauh lebih banyak wanita mengatakan seks adalah sesuatu yang amat penting. Bahkan kalau urusan seks tidak terpenuhi, ada yang stres segala.

Celakanya, mendekati separuh wanita bersuami menganggap seks hanya sebuah kewajiban melayani pasangan. Seks tidak dianggap sebagai kegiatan 'rekreasi'.

Menariknya, kewajiban itusering dilaksanakan meski harus sakit atau tidak puas selama berhubungan intim. Padahal aktivitas seks, disadari atau tidak, sangat berpengaruh pada emosi dan kondisi kejiwaan seseorang.

Dari penelitian The American MEdical Association terhadap wanita Amerika usia 19 hingga 59 tahun, mendekati separuh dari jumlah yang diteliti mengalami disfungsi seksual dalam segala tingkatan. Di Indonesia, diperkirakan jauh lebih besar jumlahnya karena pengaruh kultur, bahwa tugas istri hanya untuk memuaskan suami. Tidak peduli dirinya menikmati seks atau tidak. Yang mengherankan, meski kehidupan seksualnya bermasalah, kebanyakan dari mereka enggan mencari solusi.

Menurut dr Nina Martini Somad SpOG seperti diungkap dalam sehat plus ( Desember 2005 ), biasanya wanita mengalami lebih dari satu keluhan menyangkut disfungsi seksual. Antara lain hiposesualitas ( hasrat berkurang ), frigiditas, fobio seksualitas, vaginimus, nyeri berhubungan dan tidak dapat orgasme. Aduh, kasihan mereka.

( Sumber : Koran Merapi )

Sensasi sarapan menu khusus

Sereal, bubur ayam, roti atau jus buah adalah menu sarapan yang lezat. Tapi ada menu lain yang tidak kalah lezat, adalah......bercinta. Sudahkan pernah mencoba 'menu sehat' ini'? Sayang kalau belum, sebab sensasinya bisa luar biasa.

Mayoritas pasangan memang lebih memilih waktu malam hari untuk bercinta. Selain anak-anak sudah tidur, suasananya sukup sepi dan temaram. Lebih lagi setelah bercinta bisa langsung nglempus dalam pelukan si dia.

Namun setelah sekian tahun menikah, kegiatan semacam ini jadi kurang greget. Nah, saat inilah peran sex in the morning sangat penting. Dapat memberi variasi dalam rutinitas bercinta.

'Sarapan cinta' menjadi berkualitas apabila malam sebelumnya, tidur kita bisa nyenyak. Ditambah lagi pria biasanya terbangun dalam kondisi 'senapan terkokang' pada pagi hari. Maklum, karena pada pagi hari kadar testosteron memang berada pada titik tertinggi.

Bagi yang telah mengenal titik-titik sensitif pasangan, 'sarapan' bisa berlangsung dengan luas dan jelas. Menurut seksolog, sex in the morning bukan saat yang tepat untuk bereksperimen. Karena ada beberapa pertimbangan, bercinta di pagi hari membutuhkan efisiensi waktu dan tenaga. Namun begitu, hasilnya tetap dapat memberi sensai luar biasa.

Siapapun tidak menyangkal bahwa breakfast is the most important meal of the day. Apalagi bila menunya 'sarapan cinta'.

( Sumber : Koran Merapi )

Heboh seks dengan masturbasi

Berikut ini pengakuan jujur seorang ibu usia 34 tahun menyangkut kehidupan seksnya di rubrik konsultasi seks Sehat Plus ( April 2006 ). Dia mengatakan, setelah melahirkan anak kedua, selama dua tahun suaminya berugas ke luar kota. Selama itu pula dia tidak pernah merasakan nikmatnya hubungan seks. Ujungnya...., "Setiap kali melihat lelaki muda dan gagah, saya terangsang. Saya lalu melakukan Masturbasi." ungkapnya dalam rubrik itu.

Namun setelah suaminya pulang, kehidupan seksnya dengan suami menjadi 'dingin'. Tidak bergairah lagi. Kalau pun nampak hot, dia mengaku berpura-pura agar sang suami puas. Lho kok jadi begini? Piye iki?

konsultannya lalu menjawab. Penyebab pertama, mungkin kehidupan seksnya dengan suami memang tidak pernah 'heboh'. Kedua, mungkin ada hambatan psikis dengan suami. Misalnya jenuh atau kecewa. Ketiga, mungkin mengalami trauma ketika hamil. Keempat, bisa disebabkan oleh kesibukannya mengurus anak. Kelima, adanya penyakit tertentu yang menghambat dorongan seksual.

Jawaban serba mungkin dari sang konsultan diberikan karena nyonya muda itu tidak membeberkan kehidupan seksnya sebelum kelahiran anak kedua. Karena itu konsultannya menyarankan untuk melakukan sex theraphy dengan pasangan. Kalau terus-terusan melakukan masturbasi njur piye jal?

( Sumber : Koran Merapi )

Enjoy tapi hanya untuk pasutri

Hubungan seks bukan hanya intercourse lalu selesai. Ada masalah penting yang harus kita sadari, yakni ungkapan rasa kasih sayang dan saling menyenangkan. Karena itu mulailah dengan kata-kata mesra. Kemudian dilanjutkan dengan sentuhan.

Namun bukan sembarang sentuhan. Kita harus paham benar bagian-bagian yang peka rangsang pada pasangan kita. Jari-jemari pun termasuk salah satu organ yang penting yang perlu disentuh. Meski organ ini bukan untuk membangkitkan gairah, namun dapat menjadi cara untuk mengungkapkan kasih sayang. Karena itu jika pasangan merespon dengan baik, itu artinya lampu hijau untuk meluncur pada langkah selanjutnya.

Lakukan sentuhan pada daerah peka rangsangan pada pasangan kita. Setelah ada respon positif, agresi dapat dilanjutkan. Namun jangan tiba-tiba melontarkan 'mortir'. Pokoknya lakukan segalanya dengan lembut.

Setelah fase itu, biasanya pasangan akan melakukan sentuhan lebih mendalam lagi satu sama lain. Tapi jangan langsung dilanjutkan dengan intercourse, sebab dengan demikian kenikmatan akan menjalar lebih lama dalam tubuh kita.

Sensasi yang ingin dicapai selanjutnya, .....terserah anda. Tapi paling enjoy, female on the top position.

( Sumber : Koran Merapi )

Seks swalayan, membuat burung maxi

Banyak rumor dan mitos muncul seputar seks swalayan. Lucu-lucu dan aneh-aneh bila dicermati. Misal, ada yang mengatakan, laki-laki yang suka melakukan onani mempunyai tangan yang besar sebelah. Lhadalah? Memangnya gerakan tangan dalam sesk swalayan seperti latihan mengangkan dumbell?

Memang, ‘simphoni bengawan solo’ banyak menggunakan tangan, tapi tidak cukup kuat untuk menimbulkan efek seperti itu. Kalau pun tangan kiri dan kanan berbeda ukurannya itu adalah kewajaran dalam kehidupan. Bila tangan kanan lebih besar, misalnya karena memang banyak digunakan dalam kegiatan sehari-hari dibanding tangan kiri. Begitu sebaliknya dengan orang yang kidal.

Benarkan seks swalayan membuat penis bertambah besar? Memang tapi hanya sesaat… begitu onani rampung, penis kembali mengecil. Masturbasi tidak akan memperbesar ukuran penis secara permanen. Tidak ada yang bisa mengubah ukuran penis kecuali dengan operasi dan teknik tertentu.

Seks swalayan membikin lemas? Ya jelas dong. Kegiatan seks lain ibarat kerja keras yang banyak menguras tenaga. Kadang malah sering diikuti dengan rasa kecewa segala. Namun setelah itu, seperti diungkap dalam Human Health ( Feb 2003 ), ada zat kimia yang dilepaskan ke dalam darah dan menimbulkan perasaan nyaman dan tenang sehingga menimbulkan lemas dan kantuk.

Seks lansia, tanpa bersenggama

Jangan pernah merasa tua untuk melakukan hubungan seks. Terutama bagi kaum laki-laki. Meski usia diatas setengah abad, seks masih bisa dilakukan dengan baik. Demikian kata seksolog. Bahkan menurut Dr. Jusni Ichsan Solichin SpKJ seperti disampaikan dalam Human Health ( Jan 2006 ), sampai usia 100 tahun pun kaum pria masih berpotensi melakukan hubungan seks.

Bagaimana dengan kaum hawa? Kondisi perempuan memang beda dengan laki-laki. Setelah menopause libido perempuan biasanya sudah banyak menurun. Namun bukan berarti hubungan seks berhenti. Tetap berolahragalah dengan teratur. Gunakan jeli untuk lubrikasi saat bersenggama agar kegiatan seks berjalan dengan baik. Secara psikologis buatlah diri merasa enjoy dengan pasangan anda agar tetap harmonis dan dapat menikmati seks.

Bagi kaum pris, kurangilah makanan berlemak. Jaga kesehatan bila mengidap diabetes dan darah tinggi. Satu hal yang dianjurkan Jusni Ichsan, kaum adam harus tetap percaya diri meski sudah pensiun. Karena kalau tidak pede, libido mudah menurun.

Persiapkan masa pensiun dengan kegiatan yang telah dikonsep atau direncanakan dengan baik sehingga rasa percaya diri tetap ada dan tidak menurun. Jangan stres, cemas dan depresi pada masa pensiun karena dapat berdampak pada penurunan libido.

Oh ya, Jusni Ichsan juga menandaskan bahwa keharmonisan hubungan suami istri tidak hanya diukur dengan hubungan seks. Menyatakan cinta dapat dilakukan dengan bercumbu atau berpelukan. Atau hanya dengan mengucapkan kata sayang. Kata Jusni, wanita bisa menikmati seks tanpa bersenggama.

Mandi lulur terong, libido jadi hot

Obat kuat seks bukan hanya viagra dan pil-pil sejenisnya, tapi sebenarnya juga tersedia di meja makan. Karena pengin instan, atau sekali teguk lang greng, para pria lebih memilih senang lari ke obat-obatan kimia. Makanan apa saja yang dapat mendongkrak libido?

Banyak sekali. Ada belasan yang dapat dicontohkan para ahli nutrisi. Tiram atau kerang, misalnya adalah makanan yang bersifat afrodisiak. Meningkatkan gairah seksual. Daya kerjanya biasanya memacu pelepasan hormon seks, memberi tambahan energi dengan cepat dan meningkatkan aliran darah ke alat genital.

Apel, mangga, udang, wortel, asparagus juga bersifat afrodisiak. Orang Yunani, Mesir dan Romawi menganggap asparagus sebagai bahan perangsang gairah seksual. Asparagus kelihatannya sangat menggairahkan jika dipegang, dimasukkan ke dalam mentega sebelum dimakan.

Sementara orang Perancis menganggap bawang memiliki potensi untuk membangkitkan gairah seksual. Meski baunya dianggap tidak sedap, tapi orang perancis menyantap sup bawang untuk mengobarkan api asmara. Sering dijadikan manu penting ketika datang malam pengantin.

Tapi penyangkut urusan asmara, barangkali orang India paling aneh. Agar libido dapat jos gandhos, Kama Sutra mengajarkan agar tubuh pasangan digosok dengan jus terong setiap hari dan dilakukan selama sebulan. Pangin coba?

Awas DE!

Kalau ‘burung’ dipetheti sudah tidak bisa ;manggung; lagi, itulah yang dinamai disfungsi ereksi ( DE ). Hal ini dapat disebabkan masalah fisik yang berhubungan dengan pembuluh darah, saraf dan hormon atau masalah psikologis.

Dari sebuah penelitian yang dilakukan belum lama ini, gangguan fisik menyebabkan 80% terjadinya disfungsi ereksi. Pola hidup yang tidak sehat seperti merokok, meminum minuman keras, penggunaan obat terlarang dapat menyebankan DE.

Menderita penyakit tertentu seperti diabetes melitus ( DM ), hopertensi, kolesterol tinggi, ateroklerosis dan penyakit parkinson dapat mempengaruhi sistem saraf dan aliran darah ke panis, juga membuat ‘burung’ ngambek ‘manggung’.

Meski tidka ada faktor psikologis yang mempengaruhinya, kebanyakan laki-laki mulai mengalami DE pada usia sekitar 40 tahun. Beberapa diantaranya bahkan mengalami gangguan ereksi kronis secara komplet, sebagian lagi secara singkat.

DE sering mumicu gangguan emosi dan mengganggu hubungan dengan pasangan sehingga dapat menurunkan rasa percaya diri. DE ada yang dapat diobati, tapi ada pula yang tidak. Bagaimana gejala DE dapat kita ketahui?

Yakni ketidakmampuan ereksi secara cukup selama berhubungan seks. Juga ketidakmampuan ereksi meski telah melakkan masturbasi, baik dilakukan sendiri maupun dengan pasangan.

Susahnya, meski sudah terkena DE, tapi ‘semangat juang’ mereka tetap tinggi. Menariknya, mereka juga sanggup mendapatkana orgasme dan ejakulasi lho?

Dimana letak selaput dara?

Letak selaput dara sekitar 1-2 cm dari mulut vagina. Umumnya, bagian tengahnya berlubang sebesar kelingking. Lubang ini diperlukan untuk keluarnya darah haid. Selaput dara jenis ini ( dengan satu lubang ) dikelompokkan tipe anular. Bila ada selaput dara yang membagi lubang sehingga terdapat dua lubang, disebut tipe ruptae. Sementara selaput dara yang memiliki banyak lubang disebut tipe cribriform.

Selaput dara bisa robek menjadi beberapa bagian saat terjadi hubungan seksual untuk pertama kalinya atau berkali-kali. Tapi dapat juga hilang bila terjadi kecelakaan saat berolahraga berat, meluncur dari tiang dan memanjat pohon. Masturbasi dengan menggunakan alat juga dapat merusak selaput dara.

Penyebab robeknya selaput dara bisa dideteksi oleh dokter. Jika kita bayang kan bentuk lubang bagina bundar, maka hubungan seks dapat merobek selaput dara dari semua arah jarum jam. Berbeda dengan cedera yang hanya merobek selaput dara pada satu arah saja.

Apakah selaput dara yang utuh merupakan indikator utama keperawanan? Banyak pendapat yang menentangnya. Satu hal yang pasti, perawan adalah perepmpuan yang belum pernah melakukan hubungan seks. Tapi, ada perepmpuan yang selaput daranya masih utuh, tapi dia mengaku pernah berhubungan seks. Nah, bagaimana ini? Jawabnya adalah, faktor kejujuran seseorang dara amat penting.

Bagaimana proses ereksi?

Meski pria tampak gagah dan perkasa, apakah kita yakin bahwa dia juga garang di ranjang? Belum tentu. Kini banyak pria mengalami gangguan ereksi. Masalah ini harus segera diselesaikan jika kita tidak ingin mengalami krisis percaya diri.

Impoten adalah kondisi dimana seorang pria tidak mampu mempertahankan ereksi. Gangguan ini lazim disebut dengan disfungsi ereksi (DE ). Dimana biang kesalahan sehingga ‘burung’ tidak bisa manggung? Beragam penyebabnya, tapi sebaiknya kita simak dulu proses terjadinya ereksi.

Seperti diungkap Onny Oktavia dalam Human Health ( Feb 2006 ), secara normal ereksi terjadi ketika imajinasi atau penglihatan, pendengaran, sentuhan, ciuman maupun perasaan dapat merangsang dan membangkitkan libido.

Sistem saraf pusat kemudian mengirimkan impuls saraf yang meningkatkan aliran darah menuju penis. Dalam tubuh penis ini terdapat kamar-kamar spon ( corporacavernosa ) yang kemudian terisi oleh darah sehingga menyebabkan penis semakin mengembang dan bisa ‘manggung’ atau ereksi.

Karena itu agar ereksi bisa lancar, sistem saraf harus berfungsi baik dalam mengirim sinyal. Sistem pembuluh darah juga dapat mengalirkan darah sampai ke kamar-kamar spon. Bila ingin optimal, otot-otot halus dalam peniss harus rileks sehingga seluruh kamar dapat terisi darah.

Setelah itu, tentu penis harus mampu menangkap dan mempertahankan darah itu dalam penis, sehingga ‘burung’ selalu dapat manggung. Dan yang meningkmati keindahannya Cuma bisa ‘merem melek’ kesenangan.

Obat kuat bisa menjadi malapetaka

Bila ‘burung’ tidak perkasa, sama dengan malapetaka? Yah, begitulah bagi laki-laki yang masih dalam usia produktif. Karena itulah hati-hati, karena impotensi dapat terjadi pada usia kapan saja.

Salah satu terapi terhadap disfungsi ereksi (DE ) adalah mengubah gaya hidup. Bicarakan pula masalah ini secara terbuka dengan partner agar dapat membantu mencegah DE saat konseling dengan seksolog.

Bila pengobatan De tidak kunjung berhasil dan penyebabnya ternyata berkaitan dengan fisik, maka dapat dilakukan seks terapi, bahan erektogenik per oral, atau menggunakan pompa jerat vakum. Bisa pula dilakukan pengobatan injeksi atau penempatan implan dalam penis.

Pengobatan secara oral merupakan cara termudah untuk mengatasi DE. Namun untuk mendapatkan obat yang dapat mengatasi DE harus diketahui efek sampingnya. Mengkonsumsi viagra sebagai rekreasi, misalnya justru dapat beresiko menderita impotensi permanen.

Bagi laki-laki muda yang aktif, mengkonsumsi viagra memang akan menjadi sebuah afrosidiak. Tapi menurut Roger Kirby, dokter sebuah rumah sakit di London, mereka akan mengalami masalah setelah mengkonsumsi viagra karena dapat menyebabkan nyeri saat ereksi dan menjadi masalah yang menetap. Katanya, hal ini terjadi karena ada kerusakan pada otot-otot halus pada penis. Nah, karena itu hati-hatilah mengkonsumsi obat kuat.

Seks paruh baya, perpanjang usia

Bergitu penting dan bermakna arti seks dalam kehidupan manusia. Seksolog berkata bahwa seks adalah bagian dari kualitas hidup manusia. Bila kualitas hidup seseorang baik, maka dapat memperpanjang usia. Dengan kata lain, seks yang berkualitas dapat memperpanjang usia.

Dalam penelitian yang melibatkan 1222 pria di Amerika diketahui bahwa kelompok yang aktif melakukan hubungan seks, memiliki resiko setengah kali kematian dbanding grup yang tidak aktif melakukan hubungan seks.

Pada pasangan usia senja, seks masih dapat dilakukan secara teratur. Di Amerika, pria usia diatas 60 tahun masih aktif melakukan hubungan seks dengan pasangannya.

Dengan seks kehidupan mereka tetap baik. Dari hasil penelitian berbeda yang melibatkan 1300 orang pria lansia, lebih dari separuhnya menjawab bahwa mereka masih melakukan hubungan seks dan masih tertarik dengan seks.

Bahkan mereka mengaku lebih menjaga hubungan seksnya ketimbang menjaga kesehatannya. Dan hasilnya, laki-laki rupanya lebih aktif ( 61 % ) dibanding wanita ( 37% ). Menurut mayoritas yang disurvei, mereka merasa tertatik seks karena seks merupakan bagian penting dari keseluruhan hubungan yang sehat dengan pasangan. Toh begitu, jangan sembarang ‘kerja lembur pantang kendur’, tapi lakukan kehidupan dengan pola seimbang, termasuk dalam hubungan seks.

Bingung, libido menjadi membara?

Seorang ibu muda ‘mengeluh’ pada pakar seksologi, setelah tiga bulan berhenti mengkonsumsi pil KB, eh, libidonya menjadi mulad-mulad. Mudah greng. Kalau ‘disulut’ suami, ‘apinya’ langsung berkobar-kobar. “Setelah berlaih menggunakan kondom nafsu saya jadi meningkat. Saya cepat terangsang dan maunya making love terus dengan suami,” ungkapnya dalam Sehat Plus ( Jun 2006 ). Ibu muda tersebut risih rasanya dikatakan mengalami masa puber kedua. Apa yang sebenarnya terjadi pada ibu muda tersebut?

Seksolog mengawali jawabannya dengan menjelaskan bahwa dorongan seksual dipengaruhi hormon seks, keadaan kesehatan tubuh, faktor psikis, rangsangan dari luar dan pengalaman seksual sebelumnya. Kalau semua faktor tersebut baik, maka dorongan seksual juga oke-oke saja.

Apabila dorongan seksual ibu muda tersebut meningkat, berarti sebelumnya ada faktor yang kurang berpengaruh. Bagi sebagian orang, pil KB memang dapat menghambat dorongan seksual karena berpengaruh terhadap keseimbangan hormon.

“mungkin penggunaan kondom mempengaruhi secara psikis dan berpengaruh pada dorongan seksual karena mengetahui ada sesuatu yang berbeda,” kata seksolog pada ibu muda tersebut. Ditambahkan seksolog, mengenai puber kedua sebenarnya keadaan itu tidak secara jelas ada. Jadi, tidak perlu dipusingkan. Puber kedua atau tidak, banyak orang melakukan kompensasi terhadap kekurangan yang dimiliki karena bertambahnya usia. Jadi tenang saja, jangan dikhawatirkan.

Seks swalayan, ibarat foreplay

Organ tubuh manusia ibarat mesin, juga butuh perawatan agar awet dan tidak suka ngadat. Mesin yang digunakan terus menerus tanpa perawatan yang memadai dan teratur, penyusutannya juga akan cepat terjadi.

Karena itu jaga dan rawat sebaik-baiknya seluruh organ tubuh kita. Semua, tidak terkecuali agar awet dan jos digunakan. Begitu pula menyangkut seks swalayan, organ yang berhubungan dengan aktivitas ini harus dieman-eman seperti mesin.

Selama ini seks swalayan banyak memunculkan mitos. Bagi yang sering melakukan, beberapa rumor ini perlu dicermati agar tidak menimbulkan kekhawatiran. Misal, ada yang mengatakan sks swalayan menyebabkan mandul. Benarkah keseringan masturbasi membuat sperma habis? Tidak juga. Begitu cairan ini muncrat keluar, maka buah zakar akan langsung memproduksinya lagi.

Ada pula yang menuding, masturbasi dapat membuat seroang pria kehilangan kemampuan seksualnya. Mamang bisa, tetapi tidak selalu begitu. Sebab ada yang menganggap bahwa masturbasi dapat membantu mengenali rangsangan yang dibutuhkan. Lewat masturbasi mereka justru dapat mengontrol diri kapan harus 'mengeluarkan' dan kapan tidak. Bahkan, seperti diungkap dapat Human Health ( Februari 2003 ), tidak sedikit wanita yang tidak bisa mencapai orgasme tanpa merangsang dirinya sendiri atau lewat pasangannya.

Kata orang, seks swalayan juga dapat menyebabkan seseorang kehilangan gairah seksual terhadap pasangannya. Pendapat ini tidak benar, sebab tidak sedikit pasangan biasa melakukan masturbasi sebagai bagian dari foreplay. Bahkan cara ini justru dianggap dapat memperbaiki kehidupan seksual pada pasutri.

Ada lagi omong kosong yang menyebutkan bahwa seks swalayan dapat membuat dengkul 'kopong'. Begitukah? Soal dengkul kopong atau menurun derajat kekuatannya bukan karena seks swalayan, tapi karena asupan gizi yang tidak seimbang.

Seks swalayan, apa sih?

Di zaman serba instant, banyak hal dimungkinkan lewat swaayan. Misal belanja, makan, mengambil duit dan sebagainya. Oh yah, seks juga ada yang swalayan. Apa sih seks swalayan? Seks swalayan yaitu kata lain dari onani atau masturbasi.

Kegiatan ini dimulai pada usia remaja, saat oragan seks mulai berkembang. Laki-laki melakukan masturbasi dengan berfantasi tentang hal-hal yang bersifat erotis, sementara perempuan dengan meraba-raba genitalnya.

Seks swalayan kadang mengundang pertanyaan, apa akibat dari kegiatan ini? Banyak rumor yang muncul berhubungan dengan kegiatan ini. Misal, onani membuat penis menjadi bengkok. Benarkah 'rudal' bisa berubah begitu?

Pria memiliki derajat kemiringan penis yang berbeda. Saat ereksi, penis bisa berkurang atau bertambah sudutnya. Pada pria muda, penis cenderung 'mencuat' ke atas ( kearah perut ) saat ereksi. Ada pula pria yang penisnya membentuk sudut tajam. Perbedaan kemiringan atau kebengkokan ini tidak ada hubungannya dengan onani.

Demikian pula bila ada anggapan bahwa masturbasi dapat mengubah bentuk bibir vagina klitoris. Anggapan ini keliru, sebab saat terangsang wajar bila daerah ini berwarna kemerahan dan membesar akibat berkumpulnya darah, tapi akan segera kembali ke bentuk semula setelah aktivitas seks berakhir.

Menopause, seks jalan terus

Salah satu tanda dalam menopause adalah perubahan dalam hubungan seks. Tidak sedikit yang mengeluh dalam hal ini. Menopause memang berkaitan dengan penurunan gairah seksual. Disebutkan pula bahwa wanita yang telah mengalami menopause agak sulit untuk dipuaskan secara seksual ketimbang wanita yang belum mengalami menopause.

Lalu banyak wanita yang putus asa? Habis sudah masa bercinta? Tidak. Jangan khawatirtentang hal ini. Banyak cara yang bisa ditempuh agar bercinta bisa tetap berlanjut.

Penurunan gairah seksual terjadi karena adanya penurunan produksi hormon seksual wanita. Menurunnya estrogen memang mempengaruhi jaringan di sekitar vagina sehingga tidak elastis dan menyempit. Produksi kelenjar untuk pelumas pun menurun. Hasilnya, hubungan seksual akan terasa tidak enak.

Namun para ahli mengatakan, hal itu bisa diatasi. Bahkan pasca menopause menjadi lebih ringan dilakukan karena tidak ada kekhawatiran terjadi kehamilan.

Caranya bagaimana? Tingkatkan komunikasi dengan pasangan. Ada krim estrogen yang dapat dibeli dan lubrikan ini dapat membantu melumasi vagina. Fungsinya untuk menggantikan estrogen di jaringan vagina.

Lakukan foreplay sebelum melakukan hubungan seks. Ini penting bagi pemanasan dan membantu keluarnya gairah seks. Karena itu jalankanlah pola hidup sehat dengan pola makan yang seimbang, olahraga dan menghindari stres.

Akan ditembak malah menutup

Hilangnya fantasi atau pikiran tentang seks, sering menyebabkan istri berkurang keinginan untuk berhubungan seks. Disfungsi seksual ini disebut dengan hiposeksualitas. Namun hiposeksualitas tidak sama dengan frigiditas atau libido rendah. Frigiditas merupakan gangguan seksual paling banyak dialami oleh wanita. Dapat terjadi bukan hanya disebabkan oleh penyakit kronis, tapi dikarenakan adanya dampak psikologis, pendidikan keluarga dan hubungan dengan pasangan.

Menurut ginekolog dr. Nina Martini Somad SpOG, banyak kasus sang istri pura-pura puas, padahal dia sama sekali 'tidak merasakan apa-apa'. "Jika hal ini yang terjadi, maka penderita akan bertambah frigid. Karena itu perempuan frigid harus mencari solusinya," tanda Nina Martini Somad.

Malang benar nasib suami yang memiliki isteri frigid. Sudah gemrobyos atau mandi keringat, tapi 'pemboman' tidak memberikan hasil. 'Musuh' tidak bisa ditakhlukkan, dia hanya mesam-mesem seolah suami tidak direken.

Tapi punya isteri frigid lebih mending ketimbang mendapatkan istri mengalami vaginimus. Gangguan seksual pada wanita ini bisa membuat para suami kopyor pikirannya. Sebab setiap kali akan 'menggempur', terjadi kontraksi otot vagina pada isterinya. Kontraksi ini membuat vagina emoh membuka, sehingga menghalangi masuknya penis. Jika penetrasi dipaksakan, maka istri merasa seperti diperkosa. Hal ini disebabkan oleh rasa takut yang berlebihan.

Penting, komunikasi tentang seks

Penyebab disfungsi seksual pada wanita dapat digolongkan menjadi dua, yakni karena kelainan fisik dan yang kedua adalah gangguan psikologis.

Kelainan fisik yang membuat wanita mengalami disfungsi seksual antara lain karena diabetes melitus, sakit jantung, trauma panggul, sakit ginjal kronik, menyandu alkohol atau rokok, penyalahgunaan obat, efek samping obat dan tidak dapat mengontrol kemih.

Obat-obatan ini seperti antihistamin ( untuk mengatasi alergi ) dapat menyebabkan disfungsi seksual. Begitu pula bila kekurangan hormon estrogen dan infeksi alat kelamin. Secara psikologis, riwayat seksual yang traumatis dapat menyebabkan disfungsi seksual pada kaum wanita. Begitu pula rasa cemas, kejenuhan dan hal-hal lain yang tidak dapat diubah, akan meningkatkan kemungkinan terjadinya disfungsi seksual.

Usia yang semakin lanjut, misalnya karena produksi hormon estrogen dan progesteron menurun, maka nafsu seksual jadi semakin kendur. Begitu pula lubrikasi pada vagina yang menurun, dapat menyebabkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan infeksi.

Menurut Dr. Ferryal Loetan ASC&T SpRM MKesMMR, kurangnya pengetahuan tentang anatomi, juga adanya mitos-mitos yang menyesatkan, dapat menjadi penyebab terjadinya disfungsi seksual. Anak perempuan yang mengalami trauma pemerkosaan di masa kecil, misalnya, akan mengalami disfungsi seksual di kemudian hari.

Banyak solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi disfungsi seksual, selain berkonsultasi dengan ahlinya, tingkatkan komunikasi dengan pasangan. Dan bantulah pasangan untuk mencari solusi tentang masalah seks.

Seks berdampak pada kesehatan

Jangan sekali-kali bilang” ahhh Cuma urusan seks aja kok!”. Kalau urusan seks disepelekan, kita bisa kecewa. Sebab urusan seks sebenarnya adalah sebuah ‘seni’ yang amat menarik untuk dihayati. Seks juga penting dan menjadi kebutuhan sepasang manusia.

Coba saja jika para istri beramai-ramai melakukan boikot seks masal terhadap para suami untuk satu minggu lamanya. Satu minggu saja, jangan berlebih. Sebab kalau sampai setangah bulan, akibatnya bisa labih parah.

Apa yang terjadi bila boikot benar-benar dijalankan? Banyak suami mudah snewen. Selalu uring-uringan. Malah ada yang pekerjaannya jadi kalau balu. Kucing yang berjalan megal-megol, jadi tampak ‘cantik’ dilihatnya.

Seka dalah karunia yang harus disyukuri. Melalui hubungan seks yang teratur dan baik, ikatan batin pasangan kana terbentuk lebih erat. Seks juga menjadi kegiatan rekreasi untuk mendapatkan kepuasan psikis. Seks bukan hanya memberi kenikmatan, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Demikian menurut Robert Billingham, pakar seksolog dari Universitas Indiana, Amerika Serikat.

Ditambahkannya, orang yang bercerai akan memiliki kesehatn yang buruk dan semangat hidup yang berkurang. Sementara orgasme berkali-kali dapat membuat usia harapan hidup lebih panjang karena seks memiliki dampak yang baik bagi jantung. Pasangan yang melakukan seks aktif dalam hidupnya cenderung memiliki kemungkinan hidup yang lebih lama atau lebih bahagia. Tetapi jangan sekali-kali melakukan seks sembarangan atau ‘jajan’ di tempat umum, karena bukan kesehatan yang didapat, tetapi malah mungkin penyakit yang didapat.

Ruwet pikiran, burung turun kemampuan

Pria jangan malu atau risih untuk berkonsultasi tentang disfungsi ereksi atau DE pada dokter. Ini saran atau anjuran yang sering dilontarkan para seksolog. Sebab pada kenyataannya, hanya sedikit pria yang memeriksakan diri ke dokter.

Karena itulah perlu adanya edukasi mengenai gangguan DE. Tidak hanya pada pria di negara-negara berkembang, tapi juga di berbagai negara maju. Dalam sebuah penelitian perilaku seks yang dilakukan di Amerika Serikat, hanya 20% pria Amerika yang melakukan pengobatan secara medis. Sisanya, melakukan pengobatan sendiri atau self healing.

Menurut seksolog Dr Boyke, bilsa dilihat dari grafik, 39 persen dari pria berusia 40 tahun, mengalami DE. Ketika usia meningkat 50 tahun, jumlah penderita De meningkat menjadi 48 persen. Menurutnya, hal ini erat kaitannya dengan tidak terjaganya kualitas dan kuantitas makanan sehari-hari.

Ditambahkan Boyke, impotensi yang sering ditemukan pada usia 40 tahun ke atas disebabkan oleh tidak terjaganya stamina atau tidak berolahraga secara teratur. Pada usia ini pria seringkali mengalami stres, memikirkan keluarga, anak-anak harus sekolah, persaingan kerja, pekerjaan menumpuk dan sebagainya.

Dan ketidakmampuan untuk membagi masalah dan mengatasinya, berpengaruh besar pada kemampuan seksual.